Skip to main content

Menjadi Bahagia.

Barusaja kemarin malam saya tidur dengan doa-doa semoga hari ini saya bangun tanpa penyesalan, tanpa rasa bersalah. Dan Allah ijabah.

Rasanya bahagia, setelah tulisan panjang dengan bahasa yang njelimet kemarin,  tentang kondisi Rezki a.k.a si Alif kecil, alhamdulillah akhirnya Allah buka hati banyak orang.

Banyak yang mengomentari dan menshare tulisan itu, banyak yang japri mengirimkan doa-doa tulus. Dan satu orang yang mengabari kalau sudah transfer.

Iya baru satu orang, tapi saya selalu percaya, ada begitu banyak orang baik yang akan digerakkan Allah hatinya. Mungkin beberapa juga seperti saya, yang tak bisa membantu banyak secara materi tapi sepenuh hati menyemangati kawan agar sedia membantu.

Its not my money, but i'm happy. Lega tepatnya.

Dan berbagi seperti ini tidak pernah tentang nominal, sebab sedikit banyaknya itu bukan masalah. Tapi berbagi seperti ini selalu menularkan energi positif, kemauan untuk juga bisa membantu, kepedulian yang terasah. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan; kebaikan yang kita kerjakan sejatinya adalah untuk diri sendiri. Allah akan mudahkan urusan kita juga ketika kita mudahkan urusan orang lain.

Semoga Rezki disehatkan Allah dan dan dilapangkan hati orangtuanya. Allahumma amin.

Rabu, 11 Oktober 2017. Dorm. 23.25

Comments

Popular posts from this blog

Drama dalam Kepala Buibu

Assalamualaikum, rumahku... Apa kabar? masih dengan status "hidup ndak, mati ogah" yah, rumah? heheh iyya... i need you but always forget you yah. Sini peluk rumahku diriku bukuku! Eniwei, alhamdulillah, syukur yang dalam nan tulus karena Allah masih berikan kita kesempatan hidup sehat dalam keadaan masih muslim untuk ketemu Ramadhan ini; bulan penuh cinta paling hidup. Dear, rumahku. Temani saya ngobrol bout two choices yang lagi riuh pisah di kepalaku sendiri yah, here we go bismillah. Em, diskusi bout being a full mom at home atau being a working mom adalah topik yang menurutku ndak pernah etis  buat didebatkan mana yang paling mengambil peran termulia sebagai ibu dan mana yang 'ibu setengah mulia karena kerja di luar rumah' atau malah menjadi 'ibu kolot tidak terpelajar karena di rumah saja ngurus urusan dapur kasur', semua tergantung niat, kualitas diri dan keridhaan anak suami menurutku. Lets see the world, ada banyak ibu full time di...

First Pregnancy After More Than 7 Years: Sehari Setelah Mencecar Allah

Assalamualaikum, rumahku yang berdebu Hikmah pulang 😊 Apa kabarmu, rumah abu-abuku? Di sana sini menempel debu, sarang laba-laba penuh mengelabu, dinding-dinding bisu dan tak ada anak-anak baru di sini, kamu sehat? Maafkan Hikmah yang baru pulang. Sok sibuk dan menolak mengingatmu berkali-kali.   Tapi hari ini saya pulang dan mari kita saling menyapa tanpa canggung yah 😁 Here we go… “Ciee ummi tawwa maumi punya anak kedua. Deh lamanyami ummi baru ada adeknya.” “Iyye, kan tunggu Oofa bisa menyapu sendiri dulu, tunggu Oofa besar dulu supaya nanti bisa jadi guru dan teladannya adek.” Itu adalah secuil obrolan saya dengan Oofa setelah memberi tahu di Selasa shubuh (02/04) bahwa umminya hamil. Dia happy sekali akan punya adek dari ummi, meskipun tentu tetap bingung karena umminya baru hamil setelah sekian lama. Iya, perjalanan menuju delapan tahun pernikahan memang bukan waktu yang sedikit dalam menunggu kesempatan hamil meski juga bukan waktu yang te...

Kenangan

                     Tahun 2003, di sebuah sekolah madrasah bertingkat  yang belum sempurna rampung. Tangga dan lantai yang masih sekedar semen dan pasir yang belum halus, yang jika diinjak akan menerbangkan debu, apalagi jika anak-anak sekolahan; termasuk aku, berlari berkejaran mengelilingi koridor sekolah, sepatu menjadi berwarna abu meski kilap sebelum berangkat dan yang memakai sendal nampak seperti anak jalanan yang nyasar bermain di pelataran sekolah sebab pakaian dan sendalnya tak menunjukkan ciri "anak sekolahan", pakaian seragam lebih cepat kotor dan udara yang menguarkan aroma tanah dan kapur. Tapi di masa itu, siapa pula dari kami yang peduli untuk protes kepada guru-guru tentang sekolah yang sebenarnya belum layak digunakan itu?  Di masa itu, aku tak pernah melihat satu pun orang tua dari kawan-kawanku yang datang menuntut pihak sekolah untuk merampungkan pemba...