Skip to main content

Posts

Recent posts

Kepada Lelaki 26 Tahunku

Album dan blog, saya akan selalu kembali pulang kepada mereka. : mengulang kenangan, menyapa rasa-rasa yang lalu. Maka semisal suratmu untuk duadua usiaku, tulisan ini juga akan tinggal di sini. Sebab kutahu, kau juga selalu pulang ke sini. Menyapa anak-anakku.
-----
Assalamualaikum, Lelaki dua enamku! apa yang harus kubilang, Cinta? menuliskan ini, saya sedang menimbang-nimbang kalimat apa yang paling tepat untuk membahasakan betapa sabar tualangmu hingga hari ini dan betapa kusyukuri kehidupanmu.
Zaman santri, ketika kawan-kawan mulai pandai berkikik ria membayangkan lelaki pujaannya, saya cukup dengan bahasa; lelakiku nanti penghafal qur'an, cerdas, humoris dan suka berpakaian kokoh putih celana hitam. Dan entah, saya lupa kapan pertama kali menemukan kriteria itu terkumpul utuh di dirimu. 
Allah baik sekali.
Tulisan ini tidak akan semanis yang kau bayangkan, Kak. Saya hanya sedang ingin merayakan kesyukuranku memilikimu dari umur sembilas tahun, masih seorang remaja dewasa …

Tahfidz Putra Darul Istiqamah Dan Surga Sebelum Surga

Air berkecipak
Saling beradu
pelan, syahdu
dari gerakan-gerakan suara yang kutahu lebih baik dari
kecipak air mandiku.
Dalam gelap paling mustajab
kakikaki itu pergi ke rumah tuhan.Masih dalam separuh buaian mimpi
aku tahu, tuhanku juga memanggillalu aku; dengan mata tertutup menakarnakar rindu padaNya, menghitunghitung kekuatan melawan syaithan.______________Sudah pukul empat pagi ketika saya mulai menulis ini, dan dari masjid masih terdengar suara imam memimpin shalat tahajjud. Tartil, merdu, indah.Percayalah, menuliskan ini butuh banyak kekuatan. Ini pertama kalinya mengenalkan kehidupan baruku kepada rumah abu-abu ini. Dan  sepotong cerita pagi tentang Tahfidz Putra Darul Istiqamah, its more than wonderful masyaallah.Masih pukul tiga-an, ketika qadarullah saya terbangun karena sebuah mimpi. Dalam proses memperbaiki posisi tidur kembali, di waktu ketika bahkan kokok ayam belum satu pun terdengar, saya mengenal baik suarasuara air  dan langkah kaki santri-santri yang  menuju masjid …

Tubuhku Adalah Makam

Demi satu September yang sudah habis ditelan waktu,
tubuhku menjelma menjadi makam. Yang menyimpan cerita-cerita paling dusta.
Memulangkan mimpi-mimpi yang dibuat dan diingkari sendiri.
Oleh aku.Merangkai huruf-huruf di dinding-dinding hijau pupus kamarku,
lalu mengaborsinya sebelum menjadi katakata yang utuh. Menguburnya sebagai khayalan sahaja.Tubuhku adalah makam.
Dari kepingan-kepingan mimpi yang lebih jauh dari batas langit dan lautan.
Berteriak kupeluk, meronta ingin menjadi kata lalu kalimat
dan menetap di rumah abu-abu ini.
Tapi gaung sekadar gaung, aku renta dengan segala hal paling sia.
Mengizinkan diri menjadi paling kerdilTubuhku adalah makam
tapi kenapa kudengar degupku sendiri?
kata-kata lalu penuh di sisi-sisi
menjadi yang paling sahaja nan riang
Seketika! setelah kupaksa jemari mengetuk pintu
pada rumah paling abu-abu ini.: Dan aku pulang di malam ini.
Demi satu September di bilangan dua September.
Dalam malam yang paling hening
Aku pulang.____
Rumah Tahfidz, 2018.…

How Wonderful My Allah

MauNya, takdir yang Dia titahkan untuk kita.
Yang tergantung di langit-langit semesta
Kau pernah bisa menebak?______Tulisan ini, i just suddenly need to write to (hope) heal me. Karena saya tahu, menemukan diriku yang menangis karena hal ini, its not me anymore. It just i was.
some minutes laterI'm okay.
Hikmah is okay right now.Nangis karena ingat belum punya anak, wondering gimana Allah mencatat takdirku sebagai perempuan yang belum hamil-hamil...Thankful to Allah karena menciptakan saya sebagai pelupa akut jadi hal itu cuman bisa terjadi sekali setahun saja.Like this morning.I'm okay.
Hikmah is okay right now.__________
Selasa, 14 Agustus 2018 || 17.31

Bukan Neng Thayyibah

Suatu waktu, saat akhirnya kau menoleh setelah lama berjalan pergi
Bilang bahwa semua langkah adalah demi  diri yang baru
Bilang bahwa semua kesibukan tidak menyisakan waktu untukmu berbalik pulang
Bilang bahwa yang kau butuhkan adalah hanyaterus berjalan ke depanKau baru tersadar setelah begitu banyak hal yang terjadi tapi sebagian dirimu adalah hampa.
Tergugu setelah begitu banyak hal yang terjadi tapi lupa pada cintamu satu-satunya.: hurufhuruf________Dubdubdub.Setelah lama pergi, memulai untuk membuka rumah ini saja rasanya aneh. Seperti renjana yang panjang tapi bingung mau bagaimana.Huruf-huruf, menulis, membaca buku fisik_ bukan di layar hp. Saya lupa kapan terakhir kali menjadikan mereka kecintaan yang kupupuk sedemikian rupa.And here I am now. Setelah tebalkan muka, malu pada semua cerita di sini, menyapa rumah abuabuku dengan sayang dan maaf, daaaan bismillah i'm starting it. Cause i dont wanna be Neng  Thayyibah yang gak pulaang pulang demi sebongkah berlian😆Ehm.Juli kemar…

Juli di Almanak Tahun Ini

Assalamualaikum, Juli!Telah sampai kabar di telingaku
perihal semaraknya bilangan tanggalmu di almanak
tahun ini
Akan pecah harihari oleh gemuruh di dadaku: Juli dan mimpi-mimpiSudah kubilang pada bantal yang kutempeli pipi
saban waktu,
pada kertas-kertas memo
warna warni yang menempel di dinding dan lemari: Aku akan hidup kembali dimulai hari ini,
di bilangan satu tubuhmu, Juli.Aku ingin bernazar demi napasku
demi duapuluhdua tahun tualangku
yang jalan di tempat.
Agar tidak kupecundangi gejolak yang kubakar
sendiri di kepalaku
Agar tidak kukafani apa yang sudah menjadi
doa yang kulabuhSebab aku, lebih takut pada kemalasan perempuan kecil yang hidup di tubuhku
daripada takdir yang ditulis Tuhan._________
Ahad, 01 Juli 2018 || 21.18
Rumah Tahfidz