Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

Malu

Hikmah sudah dua   dua. Dan rasanya tidak baik-baik saja. Emosi yang   belum terkendali baik_bahkan saat sekarang saya menulis ini, saya harus menutup mata berkali-kali agar serapah dan bentakan tidak tumpah pada mereka_ Mereka sempurna mewujud sebagai ujian iman. Terima kasih, Allah! Lucu saja, memalukan sebenarnya, bahwa baru saja kemarin saya mengucap syukur sebab masih diberi kesempatan umur hingga dua dua, tapi hari ini, sehari berlalu dan saya malu. Selasa, 290817. Dorm.

Selamat Malam, 21!

Lengang. Sepi, tak ada yang baru, tak ada yang berubah kecuali cita yang mangkrak di sudut gelap. Lalu tanya satu-satu menumpah, mengambang. Bisu. Selamat malam, 21! Ini malam terakhir, dan kita belum bertemu cita yang biru. Abu-abu. Pernah kutitip cinta yang merona ranum dan jiwa yang merdu suarakan mimpi, di sini. Pada jeda waktu selama kamu, Tiga ratus enam puluh hari lebih. Bahkan sudah dua dekade berlalu, kau ingat? Ironi. Sebab aku adalah tuanmu dan kamu hanya bilangan waktu yang habis dalam peluh-peluh yang sia. Kasihan. Aku. Lengang, sepi. Kemudian besok akan terang, entah kita akan bersua atau berpulang, atau menyapa cita yang mangkrak di sudut gelap itu. Lalu manik-manik mata mama dan bapak berkilat-kilat bangga. Haru hingga terisak isak. Atau meredup, menua dengan kasihan. Peluh-peluh yang sia direguk hingga tersedak sedak. Dan pinta puja puji mengambang di jari jemariku, untuk keselamatanmu, 21. Dan bilangan waktu yang semoga. Besok dan ratusan hari di ma

Dear, Oofa...

Dear, Oofa... Ummi terbiasa bercerita apa saja dengan Oofa, dan pengalaman-pengalaman seperti ini, ummi tahu, Oofa akan sangat exited mendengarkan lalu bertanya banyak hal, berulang-ulang. Maka, pengalaman ini, ummi juga akan bagi sama Oofa :) Faa, ummi sudah di atas pesawat, Sayang. Pesawat yang terbang melintasi awan gemawanNya Allah. Ribuan kaki di atas tanah tempat kita setiap hari bermain bersama. Sayang, di atas pesawat, ummi bisa melihat daratan, lautan, dan pegunungan, yang semakin tinggi pilot menerbangkan pesawat ini, semakin kecil pula semuanya tampak. Bahkan semakin tinggi, yang nampak hanya titik-titik saja, lalu hilang. Ummi duduk di atas bantalan awan-awan putih dan bentangan langit sore yang indah, Oofa. Faa, suatu hari nanti, kita harus terbang bersama, Sayang. Juga dengan abba tentunya. Itu perjalanan yang akan sangat seru, Boy! Sayangku, ummi terbiasa bercerita sama Oofa, dan ummi bisa membayangkan menceritakan semuanya sama Oofa, dari sejak pertama kali ummi

Hadiah Dari SPIDI

Seperti tahun-tahun kemarin, yang selalu kuharap setiap kali berulang tanggal adalah hadiah doa dan surat dengan tulisan tangan di atas kertas. Doa, saya sesungguhnya berharap selalu ada setiap hari, entah dari siapa. Sebab saya selalu percaya, bahwa yang menjaga baik-baiknya hari yang kulewati adalah ratusan doa dari banyak arah. Dari mama bapak, saudara, keluarga besar, guru, dan kawan-kawan, di dunia nyata, pun di dunia maya. Doa tetap saja doa namanya; penjaga. Dan perihal surat. Meski berkali-kali kupikirkan, itu memang sungguhan hadiah yang manis. Saat seseorang mencari pulpen  kertas, menulis rangkaian kata; doa, kritikan, cerita, atau apa saja yang bisa menjadi kalimat, sambil mengingat si penerima. Dan lagi, di zaman serba instan ini, aplikasi berkirim pesan, video, gambar, berbagai macam namanya. Tinggal milih . Banyak. Lebih cepat sampai, gak bikin repot nulis tangan segala kek anak sekolahan. Dalam album foto, saya turut menyimpan hadiah surat, dalam buku diary juga ad